Adik Rafif Ingin Sembuh Dari Gagal Ginjal

Rafif Harus Cuci Darah 10 Tahun Lagi

18 Feb 2019 02:43

Tanggapan Dokter Cahyani yang merupakan Dokter Pendamping adik Rafif

Read More

Syndrome Nephrotic Congenital itu memang merupakan penyakit yang sangat sulit diobati termasuk dengan cangkok ginjal sekalipun. Jadi pada usia 4 bulan saat itu Rafif ini sudah memerlukan dialysis atau cuci darah.” –Dr. Cahyani

Dokter bilang Rafifi itu kuat. Karena beberapa pasien sebelumnya tidak bisa bertahan selama ini, sedangkan Rafif sanggup bertahan 2 tahun dengan kondisi bagus tidak pernah infeksi.

Tanggapan dokter yang merawat Rafif selama 2 tahun ini menunjukkan betapa hebat Rafif melawan penyakitnya. Rafif terkena penyakit langka (Congenital Nephrotic Syndrome) sejak usia 4 bulan.

Upaya penyembuhan saat ini dengan cara cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal sementara agar tubuhnya berfungsi normal, kemungkinan Rafif harus cuci darah sampai 10 tahun lagi.

Simak Penjelasan detailnya di Link Youtube ini : 
https://www.youtube.com/watch?v=zHFntxvjC3E&t=4s

Sebelum Divonis Penyakit Langka Ginjal Rafif Bocor Parah

22 Jan 2019 09:34

Perjalanan Rafif dari lahir hingga divonis penyakit langka

Read More

Perjuangan seorang Ibu mengandung dan melahirkan adalah perkara hidup dan mati, nyawa taruhannya. Menjadi kabar gembira ketika keduanya selamat dan sehat. Namun, menjadi pukulan ketika terjadi kejanggalan dan anak mengalami kelainan.


Ketika hamil 3 bulan sudah mabuk berat. Memasuki 6 bulan kehamilan dokter mengabarkan ketuban mengalami kebocoran. Saat usia 7 bulan kondisi tambah parah, Rafif yang saat itu masih dalam kandungan kekurangan cairan dan asupan makanan.


Usia kehamilan 8 bulan Rafif lahir prematur, kurus dengan tali pusar lebih besar dari ukuran normal. Tidak lama setelah lahir, masih dalam inkubator, Rafif demam tinggi. Pihak Puskesmas menyarankan untuk dirawat ke RSUD Wonosobo. Baru 3 hari dirawat badannya membiru, setiap hari menangis.

Usia 1 bulan seluruh badan Rafif bengkak, pucat, seperti sudah tidak ada harapan hidup. Pada waktu itu saturasi oksigen (kemampuan tubuh dalam menyerap oksigen) dalam darah Rafif hanya 45%, denyut  nadi lemah, sudah tidak bisa menangis lagi. Pihak klinik spesialis RSUD Wonosobo tidak sanggup menangani penyakit Rafif.


Akhirnya Rafif dipindahkan ke RS DR Sardjito Yogjakarta. Melakukan cek darah, dan menyimpulakan bahwa ginjal Rafif bocor parah, stadium 3. Tidak hanya itu memasuki usia 50 hari Rafif kejang-kejang. Derita Rafif pun bertambah, selain vonis GGK (Gagal Ginjal Kronis) Rafif menerima vonis penyakit lain, epilepsi mulai menyerang otaknya.


Hati Ibunya hancur, hidupnya runtuh, “Saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri. Saya merasa gagal menjadi seorang ibu.” Ucapnya terisak meratapi kondisi Rafif.


            Jangan biarkan Orang Tua Rafif berjuang sendiri bantu doa dan uluran tangan anda untuk membatu pengobatan Rafif.

-----

Mudahkan dan Bantu perjuangan meraka dengan Infaq Terbaik Anda lakukan dengan: 

1. Isi nominal donasi

2. Klik tombol hijau “DONASI SEKARANG”

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui media sosial Anda.


Terima kasih atas segala niat dan bantuannya. Semoga Allah selalu memudahkan hidup kita. Barangsiapa memudahkan hidup orang lain, hidupnya akan dimudahkan oleh Allah SWT.

Kisah Perjuangan Rafif Lawan Penyakit Langka

18 Jan 2019 11:04

Selasa, 14 Januari kemarin tim Zakatpedia IZI mengunjungi langsung adek Rafif di RSCM Jakarta.

Read More

Seperti biasa Rafif sedang hemodialisis di sana. Rafif adalah pasien terkecil. Hebatnya, dia tidak menangis ketika dilakukan tindakan, Rafif tersenyum walaupun selang saluran makanan menancap di hidung dan selang hemodialisis menusuk perut kanannya.

Belum lama ini, status penyakit Rafif naik menjadi stadium 5 dan kabar yang sangat mengiris hati ketika dokter momvonis Rafif terkena penyakit langka Congenital Nehrotic Syndrome. Sebuah sindrom kelainan ginjal yang jarang sekali terjadi. Ayah Rafif menginformasikan bahwa di Indonesia penderita Congenital Nehrotic Syndrome hanya 2 orang saja.

Alhamdulillah, walaupan Congenital Nehrotic Syndrome merenggut keceriaannya, respon tubuh Rafif sangat positif. Kondisi Rafif menunjukkan perkembangan baik, Rafif sudah bisa mereson, berinteraksi dan tersenyum.

Kendati demikian untuk menstabilkan kondisi tubuhnya, Rafif harus melakukan hemodialisis setiap 2 jam sekali. Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, kurang lebih 10 juta setiap bulannya. Ayah Rafif bekerja srabutan. Hal tersebut membuat orangtuanya harus berjuang keras untuk kesembuhan Rafif.

Like dan tulis komen untuk memberi semangat serta do'a terbaikmu agar Rafif tahu bahwa banyak sekali yang menyayanginya. Kemudian share sebagai aksi nyata kebaikanmu hari ini!

Adik Rafif Ingin Sembuh Dari Gagal Ginjal

11 Jan 2019 05:30

Diusia 4 bulan Adik Rafif Mulai Cuci Darah karena Gagal Ginjal Kronis


Lantunan murottal itu menenangkan tubuh mungil yang terkulai lemas tak berdaya, ketika murottal sampai pada Quran Surat Ar rohman atau Surat Al Mulk Rafif menangis tanpa suara meneteskan air mata bahkan kadang Rafif meronta, berteriak ketika suara murottal itu terhenti. 

Kakaknya yang masih berumur 5 tahun selalu menenangkan adiknya dengan berada disebelahnya hanya sekedar menyapa menemani kesendirian, mengajaknya tertawa, memberikan kesempatan orang tuanya untuk istirahat. 

Usia Adik Rafif saat ini menginjak usia 2 tahun 3 bulan (27 Bulan). Seharusnya, ia bertingkah lucu dan menggemaskan jika saat ini kondisinya sehat. Namun keceriaan itu hilang oleh penyakit yang kini menghinggapi tubuh mungilnya.
 
Ketika Tim IZI bertanya kapan Rafif dinyatakan sakit Gagal Ginjal?. Ibu tiga anak ini menjawab ketika Rafif berumur 105 hari, dan mulai terapi cuci darah diusia 120 hari. Saat umur 40 hari, Rafif di rujuk ke RSUP Sarjito Yogyakarta karena RSUD Wonosoba sudah tidak sanggup menangani.

”Pada waktu itu saturasi oksigen (kemampuan tubuh menyerap oksigen) dalam darah Rafif tinggal 45%, denyut nadi lemah dan saat disuntik Rafif sudah tidak bisa nangis lagi,” ujarnya dengan suara terbata-bata.

Derita tidak hanya sampai disini vonis GGK (Gagal Ginjal Kronis) yang diterima bayi yang bernama lengkap Mohammad Rafif Farqah selam dua tahun ini harus terus bersabar menerima vonis penyakit yang lain yaitu Epilepsi yang menyerang otaknya meskipun tidak disertai demam tinggi.

Hati ibu mana yang tidak hancur, jauh-jauh datang dari Wonosobo ke Yogyakarta hanya untuk mendengar vonis dokter yang menyatakan putra kesayangannya tidak mungkin tertolong. “Saya kecewa dengan diri saya sendiri. Saya merasa gagal menjadi seorang ibu,” ucapnya kini dengan terisak.
---
Betapa tegar Orang tua Adik Rafif jauh-jauh dari Yogyakarta ke Jakarta dengan tujuan anaknya sembuh dan kembali normal. 

Jangan biarkan mereka berjuang sendiri. Mudahkan dan Bantu perjuangan meraka dengan Infaq Terbaik Anda lakukan dengan: 
1. Isi nominal donasi
2. Klik tombol hijau “DONASI SEKARANG”
3. Pilih Metode Pembayaran
4. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui media sosial Anda
 
Terima kasih atas segala niat dan bantuannya. Semoga Allah selalu memudahkan hidup kita. Barangsiapa memudahkan hidup orang lain, hidupnya akan dimudahkan oleh Allah SWT.

Infaq Terkumpul
Rp. 100,000,000
7%
Rp. 7,291,000 Terkumpul dari Rp. 100,000,000
9 hari lagi