Bantu Pengobatan Gagal Ginjal Adinda

Adinda Optimis Sembuh Dari Gagal Ginjal

02 Sep 2019 01:31

Hanya satu yang pasti, Adinda ingin segera sembuh dan bisa membantu ibunya yang selalu berada di sisinya tuk mendukung proses penyembuhan.

Read More

Simak video Adinda dengan klik di sini

 

Pertama kali bertemu Tim Assessment IZI, Adinda dipenuhi rasa bimbang dan takut. Namun untuk pertemuan kedua kalinya ini, ia siap membuka diri.

 

Adinda lahir pada tahun 2003. Saat kelas 6 SD ia sering merasakan sakit di bagian pinggang. Dokter yang merawatnya menyatakan Adinda menderita batu ginjal, sehingga perlu diberi tindakan secara non-invasif dengan peralatan yang menghasilkan gelombang kejut.

 

Batu-batu yang berada di ginjalnya tersebut memecah dan luruh bersama proses pembuangan dari dalam tubuh kala itu. Namun menjelang kelas satu SMA, Adinda mulai merasakan sakit pinggang untuk yang kedua kalinya. Rasa sakit yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Adinda pun kembali dirawat di rumah sakit daerah kabupaten Bogor.

 

Dokter kembali menemukan bahwa Adinda mengalami pembengkakan pada kedua bagian ginjalnya. Untuk itu, ia harus melewati proses yang panjang, seperti CT scan pada bagian kepala dan perut, rontgen, USG, pengecekan jantung, dan sebagainya, hingga cuci darah (hemodialisa).

 

Salah satu fungsi ginjal adalah membuang berbagai zat sisa metabolisme dalam tubuh. Akan tetapi, fungsi itu kurang berfungsi di dalam tubuh Adinda karena ginjalnya mengalami kerusakan yang berat. Dengan terpaksa, Adinda harus beraktivitas sehari-hari bersama alat pintasan yang terpasang di tubuhnya demi mempermudah proses cuci darah tiap dua kali dalam seminggu.

 

Adinda menjawab tiap pertanyaan Tim Assessment IZI dengan lugas, baik mengenai kegiatannya bersama-sama teman, dan perlakuan gurunya di sekolah kejuruan pariwisata. Ia pun tidak risih ketika menjelaskan sering merasakan pusing, mual, gatal-gatal, pasca-hemodialisa.

 

Begitu ditanya mengenai harapan ke depan, suara Adinda terbata-bata menjelaskan. Seakan, masa depan itu terhalang akibat penyakit ginjal yang dideritanya.

 

Hanya satu yang pasti, ia ingin segera sembuh dan bisa membantu ibunya yang selalu berada di sisinya tuk mendukung proses penyembuhan. Bagi Adinda, persoalan cita-cita dapat dibangun segera setelah dinya kembali sembuh.

 

“Bismillah, Adinda ingin sembuh,” tuturnya optimis.

 

Sahabat, mari kita doakan Adinda cepat sembuh. Juga salurkan bantuanmu untuk membantu pengobatan Adinda.

Bantu Pengobatan Gagal Ginjal Adinda

19 Aug 2019 04:49


Adinda ialah Yatim yang divonis Gagal Ginjal Kronis. Ayahnya meninggal sejak Adinda kelas 3 SMP. Kini hanya Ibunya yang membanting tulang sendiri untuk pengobatan Adinda.


Adinda divonis mengalami gagal ginjal. Adinda juga mengalami kelainan pada kaki kiri Talipes Kavus, yaitu kelainan pada telapak kaki yang melengkung seperti bentuk cakar.

 

Penderitaan Adinda ternyata tidak berhenti sampai di situ. Ayahnya meninggal sejak Adinda kelas 3 SMP. Peran pencari nafkah pun diambil oleh sang Ibu, Ida Mursidah yang hanya mengandalkan jualan makanan dan minuman ringan di depan rumah. Penghasilannya hanya Rp 70.000,-/hari, itu pun jika jualannya habis.

 

Sayangnya saat menemani Adinda kontrol ke Rumah Sakit (RSUD Bogor), Ibu Mursidah terpaksa tidak jualan, artinya di hari itu mereka tidak punya penghasilan sama sekali. Sedangkan pengobatan Adinda masih terus berjalan sampai sekaarang dan butuh biaya yang banyak.

 

Jangan biarkan Adinda dan Ibu Mursidah berjuang sendiri. Mudahkan dan Bantu perjuangan meraka dengan Infaq Terbaik Anda lakukan dengan cara:

1. Isi nominal donasi

2. Klik tombol hijau “DONASI SEKARANG”

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui media sosial Anda

 

Terima kasih atas segala niat dan bantuannya. Semoga Allah SWT selalu memudahkan hidup kita, sebagaimana kita memudahkan hidup orang lain.

Rp. 20,674,286
16%
Rp. 3,295,000 56
Terkumpul Hari lagi