Fidyah

Fidyah

Membayar fidyah adalah memberikan makan kepada orang miskin satu hari sejumlah hari tidak puasa dengan satu/dua mud fidyah makanan pokok.

Pengertian Fidyah adalah memberikan makan kepada satu orang miskin sebagai pengganti bagi yang tidak mampu berpuasa di bulan Ramadhan.

Orang yang dibolehkan membayar fidyah adalah orang tua renta (lansia), orang yang sakit dan kecil kemungkinan dapat disembuhkan, para pekerja berat dan wanita hamil dan menyusui (Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq). Takaran makanan yang diberikan sama dengan takaran makanan yang dikonsumsi atau dengan kata lain sama dengan makan sempurna, ada nasi dan lauk-pauk sebanyak 1x makan, tetapi jika ingin lebih maka dibolehkan.

Jumlah fidyah disesuaikan dengan jumlah waktu tidak puasa di bulan Ramadhan. Fidyah boleh dibayarkan perhari atau dikumpulkan di akhir Ramadhan, misalnya jika seseorang tidak berpuasa selama 20 hari, maka boleh dengan cara memberikan makan kepada 1 orang miskin saja sebanyak 20 hari atau dalam satu hari disalurkan kepada 20 orang miskin.

Pengeluaran fidyah dilakukan setelah masuk bulan Ramadhan, adapun penyaluran boleh dilaksanakan di luar bulan Ramadhan. Hanya saja di bulan Ramadhan pahala yang dijanjikan lebih besar.

Fidyah boleh diberikan dengan cara menyajikan makanan yang sudah dimasak atau boleh juga yang belum dimasak. Seperti yang dilakukan oleh Anas bin Malik ra setelah tua.

Fidyah boleh didistribusikan dalam bentuk sembako, berdasarkan riwayat-riwayat tentang fidyah yang keseluruhannya menggunakan ukuran bahan makanan dan bukan makanan matang, seperti atsar shahih dari Ibnu Abbas bahwa beliau memfatwakan bahwa fidyah itu setengah sha' dari semua jenis makanaan pokok. (Riwayat imam ad-Daruqutni)


Fidyah
JUMLAH Fidyah YANG WAJIB DIBAYARKAN ADALAH : Rp. 0